“Perjalanan saya bersama IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah adalah sebuah kisah yang penuh perjuangan, doa, dan pembelajaran. Saya memulai langkah sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dengan tekad sederhana: ingin menjadi orang yang bermanfaat melalui dunia pendidikan.

Awalnya, saya hanyalah mahasiswa biasa. Namun, di kampus ini saya menemukan banyak kesempatan untuk mengembangkan diri. Saya belajar tentang teori manajemen pendidikan, kepemimpinan, dan administrasi sekolah. Tak hanya itu, saya juga aktif di organisasi mahasiswa, mengikuti seminar, hingga terjun dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Semua pengalaman itu membentuk mental saya menjadi lebih percaya diri.

Setelah lulus, saya sempat mengabdi di sekolah sebagai guru dan pengelola lembaga pendidikan Islam. Ternyata, bekal ilmu dari kampus benar-benar terasa manfaatnya. Beberapa tahun kemudian, Allah memberi jalan bagi saya untuk kembali ke almamater tercinta, bukan lagi sebagai mahasiswa, melainkan sebagai dosen.

Mengajar di kampus yang dulu mendidik saya adalah sebuah kebanggaan sekaligus amanah besar. Saya bisa berbagi pengalaman kepada mahasiswa baru, menuntun mereka agar lebih siap menghadapi dunia pendidikan. Hingga akhirnya, kepercayaan semakin besar diberikan kepada saya: dipercaya menjabat sebagai Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (Kaprodi MPI).

Bagi saya, ini adalah bukti nyata bahwa IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menempa jiwa kepemimpinan. Dari kampus ini saya belajar arti tanggung jawab, pengabdian, dan dedikasi.

Kini, sebagai Kaprodi MPI, saya memiliki mimpi yang sama dengan para dosen dulu: mencetak generasi baru yang unggul, berkarakter, dan siap mengelola pendidikan Islam dengan profesional.

“Saya adalah bukti bahwa dari mahasiswa sederhana, dengan semangat dan bimbingan kampus, bisa tumbuh menjadi dosen bahkan pemimpin di dunia pendidikan. Semua berawal dari keberanian memilih IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah sebagai tempat berjuang.”