Penguatan Literasi Menulis Ilmiah: Mahasiswa IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah Dibekali Bimbingan Intensif oleh Dosen

Dalam upaya meningkatkan kapasitas akademik dan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa, Institut Agama Islam (IAI) Nusantara Ash-Shiddiqiyah menyelenggarakan kegiatan bertajuk Penguatan Literasi Menulis Ilmiah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya akademik yang kritis, sistematis, dan berbasis pada kaidah ilmiah yang kokoh.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa lintas program studi ini berlangsung dalam suasana yang interaktif dan konstruktif. Para dosen yang terlibat memberikan pengarahan mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar penulisan ilmiah, mulai dari pemilihan topik, perumusan masalah, penyusunan kerangka teori, hingga teknik pengutipan dan penyusunan daftar pustaka sesuai standar akademik.

Dr. Agus Sholikhin, S.Si., M.Pd.I, rektor sekaligus salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya literasi ilmiah sebagai fondasi dalam pengembangan keilmuan mahasiswa. “Menulis ilmiah bukan sekadar menyusun kata-kata, tetapi merupakan proses berpikir yang terstruktur dan reflektif. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk mengolah gagasan secara logis dan menyajikannya dalam bentuk tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ujarnya.

Selain sesi teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung berupa klinik penulisan, di mana mahasiswa mendapatkan pendampingan personal dalam menyusun draft karya ilmiah mereka. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi hambatan teknis yang kerap dihadapi mahasiswa, seperti kesulitan merumuskan argumen, menyusun kutipan yang sesuai, dan menjaga konsistensi gaya penulisan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Salah satu mahasiswa, Riyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memahami esensi penulisan ilmiah yang selama ini dirasa kompleks. “Saya jadi lebih percaya diri untuk menulis artikel ilmiah dan memahami bagaimana menyusun tulisan yang sesuai dengan standar jurnal akademik,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, IAI Nusantara Ash-Shiddiqiyah berharap dapat melahirkan generasi akademisi muda yang tidak hanya cakap dalam berpikir kritis, tetapi juga mampu menuangkan gagasan mereka dalam bentuk tulisan ilmiah yang berkualitas dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.